Archive for cerita

Malang trip part 3

Pagi semua, mari kita lanjutkan ceritanya. Sesampainya di hotel dengan hal pertama yang saya lakukan adalah mandi kemudian tidur, badan saya sakit sekali soalnya.
Malang kota yang cukup sejuk, rasanya seperti Bandung, minus kemacetan luar biasa, jalan disiang haripun rasanya cukup nyaman, tidak terasa panas, tidak terasa dingin. Rencananya sore itu saya ingin melihat kota Malang saat senja dan malam hari, tapi karena badan saya terlalu sakit jadi saya memutuskan untuk mencari makan malam lalu balik ke hotel, tapi saya nemu sesuatu yang lebih menarik, saya menemukan sesuatu yang menarik, saya menemukan warung kelir (@warung_kelir).
Bangunan warung kelir ini cukup bagus, terbuat dari bambu gitu, nyaman dan yang paling penting mereka menyediakan wifi gratis dan makanannya murah, enak banget untuk dipake kerja, dan ternyata selain untuk nongkrong-nongkrong keren, warung kelir juga tempat berkumpulnya komunitas yang ada di Malang, ada komunitas fotografi, sastra, travel, ada juga malang curruption wacth dan lainnya jadi kalo malam, kafe itu rame banget, disana juga kadang ada semacam diskusi dari komunitas-komunitas tertentu, waktu malam terakhir disana saya memutuskan untuk makan malam disana, dan ternyata sedang ada diskusi tentang keadaan lingkungan daerah Malang selatan, kafe yang menarik, mungkin kalau anda ke Malang bisa coba di kafe itu, warung kelir jalan panglima sudirman.
Baiklah nanti saya lanjutkan

Malang trip part 2

8:47 di kota Malang, tanggal 30 bulan Mei 2014. Alhirnya tiba waktunya untuk saya pulang, bis dijadwalkan berangkat jam 10 jadi saya punya waktu untuk sedikit menulis.
Untuk ke Malang saya memutuskan untuk memakai bis, selain Karena bis adalah moda transportasi yang membuat saya bisa menikmati perjalanan, sebetulnya saya bisa pakai kereta tapi saya ga memu kereta kelas ekonomi, adanya kelas eksekutif dan harganya mahal banget, naik pesawat juga bisa tapi tahu kan saya agak takut naik pesawat heu.
Saya berangkat naik kramat djati harga tiketnya Rp.180.000, pulangnya juga pake kramat djati tapi harganya Rp. 250.000, kenapa berangkatnya lebih murah karena saya memesan tiket secara online, jadi dapat diskon 25%, pesen tiket pulangnya juga sih, tapi ga dapat diskon heuheu.
Sebetulnya saya punya pengalaman baik dengan kramat djati, tapi sesaat sebelum berangkat terjadi letupan yang cukup keras, ntah apa itu, tapi yang pasti itu membuat sistem suspensi dan rem angin tidak bekerja, hasilnya bisnya tidak nyamam, suspensi keras, dan pengereman menghasilkan bau, jadi berasa naik bis ekonomi.
Walaupun dengan keadaan bis yang seperti itu saya berusaha untuk menikmati perjalanan toh seat dipinggir saya kosong, tapi itu berakhir ketika di daerah pekalongan atau ntahlah apa nama daerahnya kalo ga salah habis cirebon, bis menaikan penumpang (apa itu legal?), dari sini saya tidak sendiri lagi, dan yang lebih sialnya penumpang ini mabok….. Euuuuhhh.. Dan lebih sialnya ransel saya kena muntahannya.. What the……
Singkat cerita saya sampai di kota Malang dengan ransel yang terkena muntahan tapi sebelumnya saya bersihkan dengan tisu dan air jadi ya sedikit berkurang, walaupun masih ada sedikit bekas muntahannya.. Sial! Saya nyari sarapan dan cari hotel ternyata ga jauh dari tempat saya berhenti
Nama hotelnya Hotel Megawati, saya pesan kamar untuk satu orang harganya Rp. 120.000, saya pesan untuk 2 malam, dan bagaimana keadaannya tidak terlalu bagus, sedikit menyebalkan saya tidak ini menceritakannya.
Baiklah sepertinya saya harus berangkat ke pool, mungkin nanti saya akan lanjutkan… Mungkin.

image

lucu!!

Lucu, ketika kita tahu kita saling membutuhkan, kita tahu kita sulit dipisahkan, tapi kita hanya berdiri diam, meratapi keadaan yang tidak menyenangkan, sampai kapan? sampai semua ini hancur berantakan?

Hanya Bercerita Part 2

Ok.. ok sepertinya saya terlalu malas untuk memikirkan judul, jadi mungkin untuk kedepannya saya pake judul Hanya bercerita part 3, Hanya bercerita part 4 dan seterusnya ampe bosen :mrgreen:

Jadi sekitar seminggu yang lalu saya mendapat tugas dari tempat kodingan saya sekarang, ke Surabaya, kotanya Bu Risma yang terkenal itu lho :D saya berangkat naik pesawat, jujur saya gak pernah tenang kalo naik pesawat, bawaannya was-was terus, padahal pesawat adalah transportasi paling aman, tapi untuk saya yang kebayakan nonton film dan baca berita, pesawat adalah angkutan umum paling menyeramkan, apalagi dengan getaran-getaran ketika terbang, itu horor banget rasanya, nanti-nanti kalo harus pake pesawat lagi, saya mau bawa parasut sendiri ajah.

Karena ini adalah perjalanan yang gratis, dan dalam rangka kerjaan jadi sebenernya ga bisa kemana-mana, tugas saya membuat saya harus ada di lokasi kerjaan, jadi kalo ada yang tanya, sebesar apa sih Surabaya itu? Mungkin saya akan jawab, sebesar jarak antara hotel New Coklat dan Grand City Mall Surabaya :mrgreen: ga denk, tapi saya sempet ke rawon setan, yang ternyata biasa ajah (beneran biasa aja rasanya, malah lebih enak di foodcourt grand city), lalu ke RM Bu rudi, yang sambelnya enak bangettttttt, kalian harus coba tuh. :D

Kemaren sempet ketemu sama blogger yang terakhir kali nulis di blognya Oktober tahun lalu :))  asal kediri yang berdomisili di Surabaya, yang katanya anak psikologi UNAIR S2, tapi udah lulus.. Mbak Pety. Sebagai anak psikologi dy langsung tahu donk, sedikit kepribadian saya, kata dy ternyata saya lebih pemalu dari yang dy duga, pemalu tapi tidak malu-maluin :mrgreen:

Jujur yah, kemaren tuh kerja agak kurang jelas, karena banyak banget masalah teknis yang memang bukan tanggung jawab saya, jadi pekerjaannya juga tidak begitu lancar, payah :D

Baiklah karena saya emang gak niat-niat amat nulis, kalo saya niat nulis pasti yang keluar curha-curhat gitu deh :D baiklah, sampai jumpa dipart-part selanjutnya.

 

 

Sssttttt

Dan ku tau kau tak pernah bilang gila, dan tak pernah kau ku tau bilang gila, namun kau tak juga pernah bilang gila, tak kan pernah, tak kan pernah hilang jiwa,

Diantara sejumlah bilang yang mengila, disamping kawan, jangan kau buang yang merasakan berjiwa, disamping lawan..

Dan sekarang semua rasa sudah gila, dan gilapun merasakan punya jiwa, namun kau tak pernah juga bilang gila, tak kan pernah tak kan pernah hilang gila

Dan ku harap menjadi bagianmu, ku bisa gila tak berharap, dan ku harap menjadi harapanmu, ku bisa gilaaa

Lirik di atas tuh liriknya “sore”, iyah nama bandnya itu “sore”, jujur aku juga gatau bandnya kayak apa, tapi kemaren nyasar aja gitu nemu lagu ini musiknya enak banget didengerin. Jadi kalo ada yang penasaran lagunya kyk apa? ya dengerin deh